Wednesday, August 1, 2012
Monday, July 30, 2012
Sunday, July 29, 2012
Filem sedap yg menyentuh hati...
korang penah tak tengok cite ni? Hachiko.. kisah tentang seekor anjing yg sangat setia.... dah bape kali aku tengok cite still jugak aku nangis tiap kali tengok... ni dia sikit sinopsis cite ni.. kalau korg belum tengok, silalah tengok ye....
Based on a true story from Japan, Hachiko Monogatari ハチ公物語 (literally “The Tale of Hachiko”) is a film about loyalty and the rare, invincible bonds that occasionally form almost instantaneously in the most unlikely places.
In the modern day, a class full of young students are giving oral presentations about personal heroes. A boy named Ronnie (Kevin DeCoste) stands up and begins to tell of 'Hachiko', his grandfather's dog. Years before, an Akita puppy is sent from Japan to the United States, but his cage falls off the baggage cart at an American train station, where he is found by college professor Parker Wilson (Richard Gere). Parker is instantly captivated by the dog. When Carl (Jason Alexander), the station controller, refuses to take him, Parker takes the puppy home overnight. His wife Cate (Joan Allen) is insistent about not keeping the puppy.
The next day Parker expects that someone will have contacted the train station, but no one has. He sneaks the pup onto the train and takes him to work, where a Japanese college professor, Ken (Cary-Hiroyuki Tagawa), translates the symbol on the pup's collar as 'Hachi', Japanese for 'good fortune', and the number 8. Parker decides to call the dog 'Hachi'. Ken points out that perhaps the two are meant to be together. Parker attempts to play fetch with Hachi, but he refuses to join in. Meanwhile Cate receives a call about someone wanting to adopt Hachi. After seeing how close her husband has come to Hachi, however, Cate tells the caller that Hachi has already been adopted.
A few years later, Hachi and Parker are as close as ever. Parker, however, is still mystified by Hachi's refusal to do normal, dog-like things like chase and retrieve a ball. Ken advises him that Hachi will only bring him the ball for a special reason. One morning, Parker leaves for work and Hachi sneaks out and follows him to the train station, where he refuses to leave until Parker walks him home. That afternoon, Hachi sneaks out again and walks to the train station, waiting patiently for Parker's train to come in. Eventually Parker relents and walks Hachi to the station every morning, where he leaves on the train. Hachi leaves after Parker's safe departure, but comes back in the afternoon to see his master's train arrive and walk with him home again. This continues for some time, until one afternoon Parker attempts to leave, but Hachi barks and refuses to go with him. Parker eventually leaves without him, but Hachi chases him, holding his ball. Parker is surprised but pleased that Hachi is finally willing to play fetch the ball with him. Worried that he will be late for the college, Professor Parker leaves on the train despite Hachi barking at him. At work that day Parker, still holding Hachi's ball, is teaching his music class when he suddenly suffers a fatal heart attack.
At the train station, Hachi waits patiently as the train arrives, but there is no sign of Parker. He remains, lying in the snow, for several hours, until Parker's son-in-law Michael (Ronnie Sublett) comes to collect him. The next day, Hachi returns to the station and waits, remaining all day and all night. As time passes, Cate sells the house and Hachi is sent to live with her daughter Andy (Sarah Roemer), Michael, and their new baby Ronnie. However, at the first opportunity, he escapes and eventually finds his way back to his old house and then to the train station, where he sits at his usual spot, eating hot dogs given to him by Jasjeet (Erick Avari), a local vendor. Andy arrives soon after and takes him home, but lets him out the next day to return to the station.
For the next nine years, Hachi waits for his owner. His loyalty is profiled in the local newspaper. Years after Parker's death, Cate comes back to visit Parker's grave when she catches sight of Hachi, now old and achy, waiting at the station. She gets emotional and sits next to Hachi until the next train comes. Hachi returns to the train station late at night and closes his eyes for the last time. Then, Parker walks out of the station and greets him as if nothing has changed at all, and the two reunite as their spirits rise up to Heaven to be together forever.
The film then shows Ronnie, back in his classroom, making his conclusion of why Hachi will forever be his hero. Ronnie's story has clearly moved the class, with some holding back tears. The boy after school sees his own Akita puppy, also named Hachi, to walk down the same tracks where Parker and Hachi spent so many years together.
The closing cards reveal information about the real Hachikō, who was born in Ōdate in 1923. After the death of his owner, Hidesaburo Ueno, in 1925, Hachikō returned to the Shibuya train stationthe next day and every day after that for the next nine years. The final card reveals that the real Hachikō died in 1934 (in fact, he died in 1935). A photo of his statue in the Shibuya train station is the last image shown before the credits roll.
Friday, July 27, 2012
Tuesday, July 24, 2012
Persinggahan Terakhir Seorg Manusia
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah bersabda kepada kami, sedang beliau adalah orang jujur dan terpercaya,
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (sperma) kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama waktu itu jugakemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentukan yaitu rizki, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya.“
“Maka demi Allah yang tiada Tuhan selainNya, sesungguhnya ada seseorang diantara kalian beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka.Ada seseorang diantara kalian beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan penghuni surga, maka ia pun masuk surga” (HR. Bukhari dan Muslim)
Yakinlah pada diri sendiri. Rizki, jodoh, dan kematian sudah ditentukan oleh Allah. Kita sebagai hambaNya hanya tinggal menjalani tanpa terlepas dari ikhtiar, do’a, dan tawakkal padaNya, sesuai dengan jalan hidup kita masing-masing.
|
Dari alam arwah hingga ke Syurga/Neraka
Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, penuh liku-liku, dan melalui tahap demi tahap. Bermula dari :
- Alam Arwah,
- Alam Rahim,
- Alam Dunia,
- Alam Barzakh,
- Sampai pada alam akhirat yang berhujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, SyURGA atau NERAKA.
Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap tahap dari perjalanan panjang manusia itu. Berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut.
Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa terkecuali. Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah swt.
Rasulullah saw. semakin mengokohkan tentang kisah rihlatul insan. Disebutkan dalam beberapa haditsnya.
“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang musafir” (HR Bukhari)
Dalam hadits lain:
”Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR At-Tirmidzi)
Sunday, July 22, 2012
Moden? Kontemporari? Muslimah?
Bila tengok pada fesyen baju skg ni naik tebeliak bijik mata kan.. aku sebenarnya konfius ni.. kadang2 dalam hati kecik aku ni, rasa nk ikut org pakai moden2.... rasa mcm up to date, tk ketinggalan zaman.. tapi bila aku fikir semula, moden tu moden jugakla kan, tp jangan sampai melanggar hukum....
so dlm soal berfesyen ni, aku pilih sederhana... maksud aku dr segi baju kurung.... yela kan baju aku jahit sendiri so senang fesyen apa yg aku nk buat, aku ikut je selera aku....
raya hun ni, aku buat baju kurung riau tp loose dan lengan bercekak... so tk payah la aku pakai lagi sarung lengan tu... bila cerita soal tudung raya plak, aku jahit sendiri gak.. beli je kain kt kamdar tu, bru bape sen je modeal, dapat dh buat tudung ikut selera sendiri dan yang penting labuh tutup dada... tudung skg ni pelik aku... saiz s tu setau aku utk budak kecik... tp makin singkat tudung makin mahal plak harga.. ada spai beratus2.... membazir pak aku rasa.... nk bersefesyen boleh, tp jangan sampai berlebih-lebih kan... tp pokok pangkalnya tepu dada tanya hati dan Iman.....
so dlm soal berfesyen ni, aku pilih sederhana... maksud aku dr segi baju kurung.... yela kan baju aku jahit sendiri so senang fesyen apa yg aku nk buat, aku ikut je selera aku....
raya hun ni, aku buat baju kurung riau tp loose dan lengan bercekak... so tk payah la aku pakai lagi sarung lengan tu... bila cerita soal tudung raya plak, aku jahit sendiri gak.. beli je kain kt kamdar tu, bru bape sen je modeal, dapat dh buat tudung ikut selera sendiri dan yang penting labuh tutup dada... tudung skg ni pelik aku... saiz s tu setau aku utk budak kecik... tp makin singkat tudung makin mahal plak harga.. ada spai beratus2.... membazir pak aku rasa.... nk bersefesyen boleh, tp jangan sampai berlebih-lebih kan... tp pokok pangkalnya tepu dada tanya hati dan Iman.....
salam Ramadhan Kareem
assalamualaikum...
lama sungguh saya tk menenguk blog.. dh bersawang bagai... maklumlah lepas dah jjadi bini org, payah sket nk bertenet2....
yang pastinya syukur alhamdulillah sekali lagi dapat kita bersama2 menunaikan rukun islam ketiga pada tahun ni... semoga ramadhan tahun ni lebih bermakna dan penuh dgn barakah berbanding tahun2 sebelumnya...
first year beraya sebagai isteri orang ni tk tau nk ckp apa..... hmmmmm tpi tahun ni beraya umah mak.. sronok sgt.. tp mesti dh tak sma macam sebelumnya.. beraya bersama adik beradik, anak2 buah :(
tapi tak mengapa.....doakan semoga tahun depan saya beraya bertiga plak ye.. kalau boleh berempat trus...
lama sungguh saya tk menenguk blog.. dh bersawang bagai... maklumlah lepas dah jjadi bini org, payah sket nk bertenet2....
yang pastinya syukur alhamdulillah sekali lagi dapat kita bersama2 menunaikan rukun islam ketiga pada tahun ni... semoga ramadhan tahun ni lebih bermakna dan penuh dgn barakah berbanding tahun2 sebelumnya...
first year beraya sebagai isteri orang ni tk tau nk ckp apa..... hmmmmm tpi tahun ni beraya umah mak.. sronok sgt.. tp mesti dh tak sma macam sebelumnya.. beraya bersama adik beradik, anak2 buah :(
tapi tak mengapa.....doakan semoga tahun depan saya beraya bertiga plak ye.. kalau boleh berempat trus...
Subscribe to:
Posts (Atom)





